Kamis, 13 Juni 2024

10 Kesalahan Web-Design 2021 menurut Jakob Nielsen

 1. Popups/Overlays

Pop up atau pesan hanya akan mengganggu. contohnya di kebanyakan website berita di Indonesia kerap menampilkan pop up iklan yang tidak ingin di lihat oleh pembaca, dan itu akan memperburuk pengalaman pengguna.

2. Slow Response Time

Sebagian besar wilayah mungkin memiliki koneksi internet yang cepat, tetapi masih ada banyak tempat yang memiliki koneksi lebih lambat. Pastikan situs Anda merespons secepat mungkin pada seluruh device pengguna terutama di koneksi yang lambat.

3. Misleading Links and Expectations

“jika Anda mengklik di sini, Anda akan mendapatkan ini.” Kemudian Anda harus memberikan orang sesuatu yang Anda janjikan, contohnya orang berpikir mereka akan mendapatkan artikel, tetapi mereka mendapatkan video.

4. Low-contrast or tiny text

penggunaan yang lebih tua memiliki penglihatan yang agak kurang, bahkan remaja mengatakan mereka kesulitan membaca teks yang lebih kecil. pastikan teks tersebut dapat dibaca, jangan gunakan teks dengan warna yang sulit dibaca.

5. Inflexible input

Chunking membuatnya lebih mudah untuk memahami dan mengenali karena dapat meminimalisir kesalahan. Namun kebiasaan pengguna yang sering copy-paste, chunking dapat membuat sulit pengguna, contohnya sebuah website memiliki kotak input kartu kredit yang di bagi menjadi 4 bagian, Ketika user mengcopykan nomor kartu kreditnya nomor tersebut tidak tercopy seluruhnya.

6. Can’t Select and Copy-Paste

Ini adalah masalah pada pengkodean atau kesengajaan. Ada banyak alasan mengapa orang ingin menggunakan kembali informasi atau mengirimkannya ke orang lain. Tetapi kadang sebuah situs web menghalangi pengguna untuk copy-paste.

7. icons without labes

Sebuah tren minimalis dimana ikon hanya berupa gambar yang tidak mencolok tanpa label. terkadang ada kemungkinan bahwa ikon ini bisa memiliki arti yang berbeda di situs yang berbeda. misalnya ikon hati memiliki arti umum like, namun dapat berbeda artinya pada situ web lain.

8. Layout shift on page load

Ini merupakan kesalahan implementasi teknis. Misal Anda akan menemukan situs web yang berisi banyak konten berbeda dan dan konten tersebut terdapat di layanan cloud yang berbeda, dan di unduh pada saat yang berbeda pula. Ini dapat menyebabkan tata letak situs web bergeser saat konten yang berbeda ini dimuat. Contohnya ketika pengguna mengklik konten a pada saat yang bersamaan konten b berhasil di download kemudian merubah tata letak konten a, komputer akan membaca bahwa user telah mengklik konten b ini akan menjadi kesalahan yang fatal.

9. Only huge hero image above fold

Misalmnya ada situs web yang hanya menampilkan foto yang sangat besar, diikuti dengan tombol ‘mulai di sini’. Ini adalah design yang buruk karena pengguna tidak ingin hanya melihat satu hal. Mereka datang ke website untuk belajar dan mengalami, jadi Anda harus memberikan pilihan langsung kepada pengguna tentang apa website tersebut. Jangan membebani pengguna atau membuat penghalang jalan untuk akses.

10. Mobile design on big screens

Anda membuat design yang bisa berjalan cukup baik di ponsel, dan tidak berfungsi pada desktop, contohnya hamburger menu pada mobile sangat berguna karena mobile memiliki layar yang kecil, namun hamburger di tampilkan di desktop akan menjengkelkan bagi pengguna tapi yang lebih penting adalah icon yang kecil di layar kecil memiliki keunggulan yang relative tinggi, icon kecil pada layar lebar di sudut memiliki arti yang jauh lebih sedikit.



Referensi :



Selasa, 04 Juni 2024

Standar proses User Centered Design untuk sistem interaktif

Pengertian User Centered Design (UCD)


User-centered design (UCD) merupakan pendekatan proses perancangan desain antarmuka secara berulang  (iterative) yang berfokus terhadap tujuan kegunaan, karakteristik pengguna, lingkungan, tugas, dan alur kerja  dalam desainnya (Saputri et al, 2017). Definisi lainnya menurut ISO (1999), user-centered design yang juga  disebut sebagai human-centered design adalah pendekatan pengembangan sebuah sistem interaktif yang berfokus  pada pembuatan sistem yang berguna. UCD dapat diartikan sebagai metode perancangan antarmuka secara iteratif  yang berfokus pada kebutuhan pengguna akhir (end-user) sehingga desain akhir yang terbentuk dipengaruhi oleh  pengguna.

The international Usability Standard, iSO 13407 menetapkan prinsip-prinsip dan aktifitas yang mendasari user design centered, yaitu:

- Desain didasarkan pada pemahaman eksplisit tentang pengguna, tugas dan lingkungan.

- User terlibat di seluruh proses desain dan pengembangan.

- Desain didorong dan disempurnakan oleh evaluasi yang berpusat pada pengguna.

- Prosesnya adalah iterative

- Desain membahas seluruh pengalaman pengguna

- Tim desain mencakup keterampilan dan perspektif multidisiplin.

Tahapan UCD

    Empat tahapan UCD yaitu menentukan konteks penggunaan (specify the context of use), menentukan  kebutuhan penggunaan dan organisasi (specify user and organizational requirements), membuat desain solusi  (produce design solutions), dan mengevaluasi desain terhadap kebutuhan pengguna (evaluate designs against  user requirements). Dalam pendekatan UCD, prinsip-prinsip yang harus diperhatikan yaitu fokus pada pengguna,  perancangan yang terintegrasi, proses berlanjut pada pengujian pengguna, dan perancangan interaktif (Saputri et  al, 2017).

1.    Tentukan konteks pengguna: Perancang sistem harus mengerti konteks kegunaan dari penggunaan sistem seperti Siapa yang akan menggunakan aplikasi tersebut, untuk apa mereka menggunakannya dan dalam situasi seperti apa mereka menggunakan aplikasi tersebut.

2.    Tentukan persyaratan: Setelah perancang mengerti konteks penggunaan dari aplikasi, maka dapat berlanjut ke proses selanjutnya yaitu menentukan kebutuhan user (user requirementss). Pada proses ini perancang harus dapat menentukan kebutuhan user di dalam bisnis dan tujuan yang akan dicapai.

3.    Buat solusi desain: Proses berikutnya adalah merancang solusi dari User Requirements yang telah dijelaskan pada proses sebelumnya, proses perancangan ini akan melewati beberapa tahapan mulai dari konsep kasar, prototype hingga desain lengkap.

4.    Mengevaluasi desain: Evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan user yang akan menggunakan, evaluasi dilakukan mulai dari 1 proses dan dilanjutkan ke proses berikutnya. evaluasi idealnya melalui pengujian kegunaan dengan pengguna sebenarnya adalah integral seperti pengujian kualiatas untuk pengembangan perangkat lunak yang baik.

Prinsip- Prinsip Dasar User Centered Design

1. Fokus pada pengguna

Perancangan harus berhubungan langsung dengan pengguna. Misalnya melalui interview dan survey. Tujuannya adalah untuk memahamikognisi, karakter, dan sikap pengguna serta karakteristik. Aktifitas utamanya mencakup pengambilan data, analisis, dan intergrasinya ke dalam informasi perancangan dari pengguna tentang karakteristik tugas, lingkungan teknis atau organisasi.

2. Perancangan terintegrasi

Perancangan harus mencakup antarmuka pengguna, sistem buatan (cara penggunaan) dan dukungan teknis seperti kebutuhan perarangkat lunak dan perangkat keras yang dibutuhkan.

3. Dari awal berlanjut pada pengujian pengguna

Satu-satunya pendekatan yang sukses dalam perancangan sistem yang berpusat pada pengguna adalah secara empiris dibutuhkan observasi tentang kelakuan pengguna, evaluasi umpan balik yang cermat, wawasan pemecahan terhadap masalh yang ada, dan motivasi yang kuat untuk mengubah rancangan.

4. Perancangan interaktif

Sistem yang sedang dikembangkan harus didefenisikan, dirancang dan melakukan beberapa kali test. Berdasarkan hasil test kelakuan dari fungsi, maka akan dapat ditarik kesimpulan mengenai tingkat keberhasilan produk tersebut.

Kelebihan dan kekurangan User Centered Design:

Kelebihan:

Ada banyak keuntungan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna: tim proyek bersatu di belakang tujuan bersama (dengan benar-benar memahami mengapa mereka mendesain); risiko kegagalan proyek dikurangi karena konsep dan ide divalidasi dengan pengguna di seluruh proyek; tim proyek mempersempit fokusnya ke sejumlah kecil fitur utama yang spesifik untuk kebutuhan pengguna.

Kekurangan :

Seperti disebutkan sebelumnya, desain yang berpusat pada pengguna dapat dilihat sebagai filosofi serta seperangkat alat, dan sulit untuk diintegrasikan ke dalam proses yang ada. Oleh karena itu, mendapatkan dukungan dari manajemen untuk mengadopsi proses yang berpusat pada pengguna dapat menjadi suatu tantangan. Agar dapat berfungsi dengan baik, proses yang berpusat pada pengguna membutuhkan dukungan dan keterlibatan dari seluruh tim proyek, dan membutuhkan agen perubahan untuk memulainya. Dalam pengalaman kami, begitu bola bergulir, tim proyek selalu menghargai proses baru.



Sumber referensi :

- https://prosiding.stis.ac.id/index.php/semnasoffstat/article/download/1454/387/ 

- https://medium.com/@suryanivebhi42/user-centered-design-bf55db4dffbc 

- https://s.id/usabilitygov-usercentereddesign 

- https://sis.binus.ac.id/2019/05/31/user-centered-design/ 

-https://www.experienceux.co.uk/faqs/what-is-user-centred-design/#:~:text=User%2Dcentered%20design%20(UCD),for%20users%20added%20in%20later. 

10 Kesalahan Web-Design 2021 menurut Jakob Nielsen

 1. Popups/Overlays Pop up atau pesan hanya akan mengganggu. contohnya di kebanyakan website berita di Indonesia kerap menampilkan pop up ik...