Pengertian User Centered Design (UCD)
User-centered design (UCD) merupakan pendekatan proses perancangan desain antarmuka secara berulang (iterative) yang berfokus terhadap tujuan kegunaan, karakteristik pengguna, lingkungan, tugas, dan alur kerja dalam desainnya (Saputri et al, 2017). Definisi lainnya menurut ISO (1999), user-centered design yang juga disebut sebagai human-centered design adalah pendekatan pengembangan sebuah sistem interaktif yang berfokus pada pembuatan sistem yang berguna. UCD dapat diartikan sebagai metode perancangan antarmuka secara iteratif yang berfokus pada kebutuhan pengguna akhir (end-user) sehingga desain akhir yang terbentuk dipengaruhi oleh pengguna.
The international Usability Standard, iSO 13407 menetapkan prinsip-prinsip dan aktifitas yang mendasari user design centered, yaitu:
- Desain didasarkan pada pemahaman eksplisit tentang pengguna, tugas dan lingkungan.
- User terlibat di seluruh proses desain dan pengembangan.
- Desain didorong dan disempurnakan oleh evaluasi yang berpusat pada pengguna.
- Prosesnya adalah iterative
- Desain membahas seluruh pengalaman pengguna
- Tim desain mencakup keterampilan dan perspektif multidisiplin.
Tahapan UCD
Empat tahapan UCD yaitu menentukan konteks penggunaan (specify the context of use), menentukan kebutuhan penggunaan dan organisasi (specify user and organizational requirements), membuat desain solusi (produce design solutions), dan mengevaluasi desain terhadap kebutuhan pengguna (evaluate designs against user requirements). Dalam pendekatan UCD, prinsip-prinsip yang harus diperhatikan yaitu fokus pada pengguna, perancangan yang terintegrasi, proses berlanjut pada pengujian pengguna, dan perancangan interaktif (Saputri et al, 2017).
1. Tentukan konteks pengguna: Perancang sistem harus mengerti konteks kegunaan dari penggunaan sistem seperti Siapa yang akan menggunakan aplikasi tersebut, untuk apa mereka menggunakannya dan dalam situasi seperti apa mereka menggunakan aplikasi tersebut.
2. Tentukan persyaratan: Setelah perancang mengerti konteks penggunaan dari aplikasi, maka dapat berlanjut ke proses selanjutnya yaitu menentukan kebutuhan user (user requirementss). Pada proses ini perancang harus dapat menentukan kebutuhan user di dalam bisnis dan tujuan yang akan dicapai.
3. Buat solusi desain: Proses berikutnya adalah merancang solusi dari User Requirements yang telah dijelaskan pada proses sebelumnya, proses perancangan ini akan melewati beberapa tahapan mulai dari konsep kasar, prototype hingga desain lengkap.
4. Mengevaluasi desain: Evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan user yang akan menggunakan, evaluasi dilakukan mulai dari 1 proses dan dilanjutkan ke proses berikutnya. evaluasi idealnya melalui pengujian kegunaan dengan pengguna sebenarnya adalah integral seperti pengujian kualiatas untuk pengembangan perangkat lunak yang baik.
Prinsip- Prinsip Dasar User Centered Design
1. Fokus pada pengguna
Perancangan harus berhubungan langsung dengan pengguna. Misalnya melalui interview dan survey. Tujuannya adalah untuk memahamikognisi, karakter, dan sikap pengguna serta karakteristik. Aktifitas utamanya mencakup pengambilan data, analisis, dan intergrasinya ke dalam informasi perancangan dari pengguna tentang karakteristik tugas, lingkungan teknis atau organisasi.
2. Perancangan terintegrasi
Perancangan harus mencakup antarmuka pengguna, sistem buatan (cara penggunaan) dan dukungan teknis seperti kebutuhan perarangkat lunak dan perangkat keras yang dibutuhkan.
3. Dari awal berlanjut pada pengujian pengguna
Satu-satunya pendekatan yang sukses dalam perancangan sistem yang berpusat pada pengguna adalah secara empiris dibutuhkan observasi tentang kelakuan pengguna, evaluasi umpan balik yang cermat, wawasan pemecahan terhadap masalh yang ada, dan motivasi yang kuat untuk mengubah rancangan.
4. Perancangan interaktif
Sistem yang sedang dikembangkan harus didefenisikan, dirancang dan melakukan beberapa kali test. Berdasarkan hasil test kelakuan dari fungsi, maka akan dapat ditarik kesimpulan mengenai tingkat keberhasilan produk tersebut.
Kelebihan dan kekurangan User Centered Design:
Kelebihan:
Ada banyak keuntungan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna: tim proyek bersatu di belakang tujuan bersama (dengan benar-benar memahami mengapa mereka mendesain); risiko kegagalan proyek dikurangi karena konsep dan ide divalidasi dengan pengguna di seluruh proyek; tim proyek mempersempit fokusnya ke sejumlah kecil fitur utama yang spesifik untuk kebutuhan pengguna.
Kekurangan :
Seperti disebutkan sebelumnya, desain yang berpusat pada pengguna dapat dilihat sebagai filosofi serta seperangkat alat, dan sulit untuk diintegrasikan ke dalam proses yang ada. Oleh karena itu, mendapatkan dukungan dari manajemen untuk mengadopsi proses yang berpusat pada pengguna dapat menjadi suatu tantangan. Agar dapat berfungsi dengan baik, proses yang berpusat pada pengguna membutuhkan dukungan dan keterlibatan dari seluruh tim proyek, dan membutuhkan agen perubahan untuk memulainya. Dalam pengalaman kami, begitu bola bergulir, tim proyek selalu menghargai proses baru.
Sumber referensi :
- https://prosiding.stis.ac.id/index.php/semnasoffstat/article/download/1454/387/
- https://medium.com/@suryanivebhi42/user-centered-design-bf55db4dffbc
- https://s.id/usabilitygov-usercentereddesign
- https://sis.binus.ac.id/2019/05/31/user-centered-design/
-https://www.experienceux.co.uk/faqs/what-is-user-centred-design/#:~:text=User%2Dcentered%20design%20(UCD),for%20users%20added%20in%20later.